Kamis, 02 Juni 2016

FIRE BLANKET

Fire Blanket merupakan salah satu alat untuk memadamkan api. Fire blanket adalah sebuah selimut/kain yang terbuat dari bahan khusus yang digunakan untuk memadamkan api dengan cara menyelimuti si api. Fire blanket ini juga biasa digunakan untuk orang yang terjebak didalam api dan terbakar tubuh nya, jadi untuk memadamkan api yang ada pada tubuh seseorang digunakanlah si fire balnket.

Fire blanket memiliki fungsi yang sama seperti kain karung goni.Jika kawan-kawan pernah melihat petugas pemadam api memadamkan api dengan menggunakan kain karung goni yang dicelupkan terlebih dahulu keair maka fungsi dari fire blanket kurang lebih seperti itu. Pada saat ini karung goni sudah sulit ditemukan maka guna perlengkapan para petugas pemadam api digunkanlah fire blanket.

Harga fire blanket memang jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga karung goni meskipun masing-masing memiliki fungsi yang sama. Bagi kawan-kawan yang ingin memiliki fire blanket bisa menghubungi kami PT. Amare Aqila Indonesia di 021 74639917, anda pesan kami antar, jangan takut barang tidak sampai karena untuk pembayaran bisa COD khusus JATABEK.


Selasa, 31 Mei 2016

ALARM BELL

Alarm Bell merupakan salah satu komponen dalam fire alarm sistems yang berfungsi untuk memberikan sinyal ketika terdapat trigger pada fire alarm sistem dengan membuat suara bunyi berdering. Fire alarmbell merupakan komponen yang sangat penting dalam instalasi fire alarm sistem karena alarmbell berperan memberikan tanda atau pemebritahuan bahwa terjadi kebakaran shingga selanjutnya evakuasi dan penanggulangan kebakaran dapat segera di lakukan.

Alarm Bell biasaya dipasang lebih dari satu unit untuk ruangan luas seperti pabrik, pergudangan, dsb agar semua orang yang ada diruangan tersebut dapat mendengar bunyi alarm bell tersebut,  untuk ruangan kecil cukup 1 unit saja. Alarm bell biasanya terpasang bersamaan accesories lainnya seperti indicating lamp, manual call point dan terminal box karena item-item tersebut merupakan komponen yang saling berhubungan serta biasanya terpasang di tempat yang mudah dilihat dan dijangkau.


Alarm Bell merupakan item adalah salah satu  komponen wajib dalam instalasi fire alarm sistem, karena alarm bell merupakan output (keluaran) dari sistem fire alarm sistem itu sendiri. Dalam semua jenis instalasi fire alarm sistem menggunakan alarmbell yang berbeda -beda sesuai dengan jenis instalasi nya.

Rabu, 25 Mei 2016

FIRE AXE

Fire AXE atau Kampak pemadam adalah salah satu alat perlengkapan yang digunakan oleh petugas pemadam kebakaran, biasanya kampak ini digunakan untuk menjebol pintu atau yang lainnya dalam keadaan darurat ketika terjadi kebakaran. Kampak pemadam terkadang dianggap sebagai barang atau alat yang tidak penting, padahal kampak ini sangat diperlukan kegunaan pada saat - saat tertentu.

Fire AXE atau Kampak pemadam juga biasa terdapat di kantor-kantor, rumah sakit, hotel-hotel,dll. Biasanya alat ini tersimpan dalam lemari kaca break glass agar aman dan mudah diambil saat keadaan darurat. Fire axe atau kampak pemadam terbuat dari logam besi dengan gagang kayu atau fiberglass dan berwarna merah pada mata kampak (logam besi).


Fire Axe atau kampak pemadam mempunyai satu sisi bagian yang tajam seperti mata cangkul burung dan sisi bagian lainnya memiliki kepala kapak yang besar. Macam-macam Fire Axe berdasarkan ukuran pegangan / handle nya yaitu,
1. Fire axe Fiberglass Handle 14" (40 cm)
2. Fire Axe Fiberglass Handlle 24" (60 cm)
3. Fire Axe Fiberglass Handle 36" (90 cm)
4. Fire Axe Wood Handle 14" (40 cm)

Selasa, 24 Mei 2016

Fire Alarm System

Fire alarm system atau jaringan pendeteksi Kebakaran merupakan suatu sistem yang terintegrai yang dibangun atau deibentuk untuk mendeteksi adanya gejala atau tanda - tanda kebakaran, untuk selanjutnya peringatan (warning) pada sistem evakuasi dan ditindaklanjuti secara manual atau otomatis dengan sistem instalasi pemadam kebakaran ( fire fighting system).

Fire Alarm System yang terdapat dilapangan, dikenal ada 3 sistem pendeteksi kebakaran:
1. Fire Alarm Conventional System
Sistem ini sangat sederhana dan tidak rumit dibandingkan dengan sistem pendeteksi kebakaran lainnya. Pada sistem ini control pannel menerima signal masukan (input signal) dari semua detector tanpa pengalamatan tertentu dan kemudian langsung memerintah komponen keluaran untuk merespon masukan yaitu alarm bell berbunyi, dengan syarat sistem tersebut memang sudah aktif dan berfungsi normal. Sistem ini biasanya dipasang/terinstalasi pada bangunan berskala kecil,spt perumahan, pertokoan, perkantokaran minimalais. dsb.

2. Fire Alarm Semi Addressable System
Fire Alarm System ini melakukan pengelompokan atau zoning pada detektornya (alat penerima masukan berdasarkan zona/are pengawasan). Setiap zona dikendalikan oleh zone controller yang memiliki alamat /ip address yang spesifik. Ketika detector atau alat penerima amasukan memberikan signal, maka control panel akan merespon berdasarkan zone controller yang mengumpannya. Pada pemasangan / kerjanyanya MCFA atau control panel akan terbaca alamat zona yang mendeteksi kebakaran, sehingga untuk tindakan yang smestinya diambil dapat terlokalisir berdasarkan pada zonanya.

3. Fire Alarm Full Addressable System
Sistem ini merupakan pengembangan dari sistem fire alarm semi addressable. Pada sistem ini Detector dan alat pemberi masukan (input) mempunyai alamat ( ip address) yang lebih spesifik, jadi untuk proses pemadaman serta evakuasi dapat dilakukan langsung pada titik yang sudah dapat diketahui letak terjadinya kebakaran tersebut.


Fire Alarm

Fire Alarm Systems adalah kesatuan beberapa komponen yang berfungsi sebagai pengingat pada saat kebakaran terjadi, setiap komponen memiliki fungsi masing-masing. Untuk fire alarm systems sendiri merupakan sebuah sistem yang terinstal disebuah bangunan/gedung yang akan berbunyi dengan sendirinya apabila komponen tertentu mendeteksi adanya kebakaran.

Komponen fire alarm system antara lain adalah, Main Control Fire Alarm (MCFA)atau Fire Alarm Control Pannel, Terminal Box, Alarm Bell, indicating Lamp, Manual Push Button, Smoke detector/heat detector. Komponen-komponen tersebut biasanya merupakan kesatuan komponen yang digunakan dalam instalasi fire alarm system konvensional. Untuk fire alarm system terbagi menjadi beberapa jenis yaitu fire alarm system konvensional, fire alarm systems semi addressable, dan Fire alarm system full addressable.


Komponen Fire Alarm Systems memiliki fungsi yang berbeda-beda, adapun fungsi dari masing-masing komponen yaitu:
1. MCFA atau Fire Alarm Control Panel merupakan komponen utama dalam fire alarm system, MCFA berfungsi untuk menerima signal masukan (input signal) dari semua komponen pendeteksi kebakaran/ detector.
2. Detector, detector yang terdapat pada instalasi fire alarm biasanya, Photoelectric Smoke detector (mendeteksi kebakaran dengan cara menangkap pergerakan asap), Heat detector / Fixed smoke detector/ ionization smoke detector ( Mendeteksi kebakaran pada suhu tertentu).
3. Alarm Bell, komponen ini sangat diperlukan karena komponen ini berfungsi sebagai output signal, maksudnya setelah contol pannel menerima signal dari detector maka si alarm bell ini akan mengeluarkan bunyi sebagai penanda telah terjadi kebakaran.

Detector Kebakaran

Detector kebakaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mendeteksi kebakaran sedini mungkin, supaya kebakaran tidak menyebar dan menjadi besar. Apabila kebakaran dapat dideteksi secara dini maka penanganannya pun dapat segera dilakukan atau kebakaran dapat segera diatasi dan dicegah agar tidak menjadi kebakaran yang besar sehingga meminimalis kerugian akibat kebakaran tersebut.

Detector kebakaran dapat diumpamakan seperti panca indra manusia, untuk merasakan bau sesuatu manusia memiliki hidung sedangkan untuk merasakan adanya suatu kebakaran menggunakan detector kebakaran. Mendeteksi kebakaran dapat melalui adanya asap kebakaran, adanya suhu panas yang disebabkan oleh api kebakaran,atau melalui adanya kobaran api.

Jenis-jenis Detector Kebakaran berdasarkan kemunculan tanda-tanda kebakaran yaitu:
1. Smoke Detector
Smoke detector adalah alat pendeteksi kebakaran melalui kemunculan asap. Saat smoke detector mendeteksi adanya asap maka ia akan segera mengirimkan sinyal ke control panel sehingga fire alarm akan berbunyi. Somke detector memiliki beberapa type,yaitu

Photoelectrik smoke detector merupakan detector asap yang menggunakan sensor cahaya. Cahaya (infra red) diarahkan ke sensor photoelectrik smoke detector , jika ada asap yang terdeteksi maka cahaya tidak sepenuhnya diterima oleh sensor photoelectik smoke detector, Kejadian ini lah yang ditangkap oleh detector dan dikirim ke fire alarm system. Kelemahan dari detector type ini adalah sering kali terjadi false alarm atau kesalahan pengiriman sinyal karena debu yang terlalu menggumpal/banyak.

Ionization smoke detector merupakan detector yang menggunakan metode ionization chamber dalam mendeteksi adanya kebakaran. Kelemahan dari detector ini adalah setelah habis masa pemakaian nya maka detector ini dianggap sebagai limbah radioaktif karena didalamnya terdapat ameresium.

2. (R.O.R) Rate Of Rise Heat Detector
R.O.R heat detector adalah alat pendeteksi kebakaran melalui kenaikan panas dalam ruangan. Jenis detector ini adalah jenis yang banyak digunakan saat ini karena harganya yang ekonomis serta aplikasinya luas, area deteksi detector dapat mecapai hingga 50m2 dengan ketinggian palfon 4m dari lantai. Detector ini menjadi pilihan banyak pengguna karna detector ini bekerja berdasarkan kenaikan temperatur secara cepat pada suatau ruangan meskipun masih berbentuk hembusan panas, detector ini bekerja pada titik 55 derajat celcius sampai 63 derajat celcius sensor menjadi aktif dan meneruskan pada firealarm sehingga fire alarm berbunyi.

3.  Fixed Temperatur Detector
Fixed temperatur detector ini hampir sama seperti R.O.R heat detector, perbedaan anatara fixed temperatur dengan heat detector yaitu Fixed temperatur detector baru dapat mendeteksi pada  derajat panas yang sangat tinggi, fixed temperatur sangat cocok dipasang pada ruangan yang memang sudah agak panas seperti diruang produksi (pabrik), ruang pembakaran, ruang genset, dapu-dapur foodcourt, pabrik las, dsb.

4. Flame detector
Flame detector adalah alat pendeteksi yang saat sensitif terhadap radiasi sinar ultraviolet yang disebabkan oleh nyala api. Namu detector ini tidak bereaksi atau bekerja oleh cahaya selain yang disebabkan oleh nyala api, misal cahaya lampu ruangan, infra red, dll.

5. Gas detector
Gas detector merupakan alat pendeteksi kebocoran gas yang dapat menyebaban kebakaran, detector ini dapat mendeteksi dua jenis gas yaitu gas LGP dan LNG. Perbedaan gas LPG dan gas LNG adalah gas LPG lebih berat dibandingkan udara jadi apabila mengalami kebocoran maka gas tidak akan terbang  keudara melainkan turun mendekati lantai, sedangkan gas LNG lebih ringan dibandingkan udara jadi apabila terjadi kebocoran maka gas akan terbang melambng keudara. Perbedaan inilah yang menjadi acuan penempatan detector.



Senin, 23 Mei 2016

TABUNG APAR THERMATIC

Tabung APAR Thermatic merupakan salah satu model tabung APAR yang bekerja secara otomatis, tabung APAR thermatic biasanya dipasang diatas plafon. APAR Thermatic memiliki auto sprinkle sehingga APAR jenis ini dapat bekerja otomatis yaitu pada suhu tertentu pada kebakaran maka air raksa yang ada pada auto sprikle akan pecah sehingga isi dari tabung APAR tersebut keluar memadam kan untuk memadamkan api.


Tabung APAR Thermatic biasa dipasang diruang yang tidak ada orang/penjaganya. Tabung APAR ini juga bisa digunakan untuk electronik karna biasanya isi nya adalah liquid gas, kelebihan APAR ini adalah
1. dapat bekerja secara otomatis,
2. memadam kan semua kelas api (A, B, dan C) ,
3. tidak memerlukan instalasi dalam pemasangannya,
4. Mudah dipindah-pindahkan
5. Dapat disi ulang kembali
6. kekurangan, pemasanganya agak sulit karna dipasang diatas plafon.


Tabung APAR Thermatic memiliki ruang lingkup sekitar 3 M2 untuk ketinggian plafon 2,5m. APAR Thermatic terdapat diberbagai jenis ukuran yaitu ukuran 3Kg, 5kg, 7kg. jadi dalam sebuah ruangan bisa saja menggunakan 2 atau lebih tabung APAR thermatik mengingat ruang lingkup penyemprotannya hanya 3 M2.