Tampilkan postingan dengan label fire alarm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fire alarm. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Mei 2016

ALARM BELL

Alarm Bell merupakan salah satu komponen dalam fire alarm sistems yang berfungsi untuk memberikan sinyal ketika terdapat trigger pada fire alarm sistem dengan membuat suara bunyi berdering. Fire alarmbell merupakan komponen yang sangat penting dalam instalasi fire alarm sistem karena alarmbell berperan memberikan tanda atau pemebritahuan bahwa terjadi kebakaran shingga selanjutnya evakuasi dan penanggulangan kebakaran dapat segera di lakukan.

Alarm Bell biasaya dipasang lebih dari satu unit untuk ruangan luas seperti pabrik, pergudangan, dsb agar semua orang yang ada diruangan tersebut dapat mendengar bunyi alarm bell tersebut,  untuk ruangan kecil cukup 1 unit saja. Alarm bell biasanya terpasang bersamaan accesories lainnya seperti indicating lamp, manual call point dan terminal box karena item-item tersebut merupakan komponen yang saling berhubungan serta biasanya terpasang di tempat yang mudah dilihat dan dijangkau.


Alarm Bell merupakan item adalah salah satu  komponen wajib dalam instalasi fire alarm sistem, karena alarm bell merupakan output (keluaran) dari sistem fire alarm sistem itu sendiri. Dalam semua jenis instalasi fire alarm sistem menggunakan alarmbell yang berbeda -beda sesuai dengan jenis instalasi nya.

Selasa, 24 Mei 2016

Fire Alarm System

Fire alarm system atau jaringan pendeteksi Kebakaran merupakan suatu sistem yang terintegrai yang dibangun atau deibentuk untuk mendeteksi adanya gejala atau tanda - tanda kebakaran, untuk selanjutnya peringatan (warning) pada sistem evakuasi dan ditindaklanjuti secara manual atau otomatis dengan sistem instalasi pemadam kebakaran ( fire fighting system).

Fire Alarm System yang terdapat dilapangan, dikenal ada 3 sistem pendeteksi kebakaran:
1. Fire Alarm Conventional System
Sistem ini sangat sederhana dan tidak rumit dibandingkan dengan sistem pendeteksi kebakaran lainnya. Pada sistem ini control pannel menerima signal masukan (input signal) dari semua detector tanpa pengalamatan tertentu dan kemudian langsung memerintah komponen keluaran untuk merespon masukan yaitu alarm bell berbunyi, dengan syarat sistem tersebut memang sudah aktif dan berfungsi normal. Sistem ini biasanya dipasang/terinstalasi pada bangunan berskala kecil,spt perumahan, pertokoan, perkantokaran minimalais. dsb.

2. Fire Alarm Semi Addressable System
Fire Alarm System ini melakukan pengelompokan atau zoning pada detektornya (alat penerima masukan berdasarkan zona/are pengawasan). Setiap zona dikendalikan oleh zone controller yang memiliki alamat /ip address yang spesifik. Ketika detector atau alat penerima amasukan memberikan signal, maka control panel akan merespon berdasarkan zone controller yang mengumpannya. Pada pemasangan / kerjanyanya MCFA atau control panel akan terbaca alamat zona yang mendeteksi kebakaran, sehingga untuk tindakan yang smestinya diambil dapat terlokalisir berdasarkan pada zonanya.

3. Fire Alarm Full Addressable System
Sistem ini merupakan pengembangan dari sistem fire alarm semi addressable. Pada sistem ini Detector dan alat pemberi masukan (input) mempunyai alamat ( ip address) yang lebih spesifik, jadi untuk proses pemadaman serta evakuasi dapat dilakukan langsung pada titik yang sudah dapat diketahui letak terjadinya kebakaran tersebut.


Fire Alarm

Fire Alarm Systems adalah kesatuan beberapa komponen yang berfungsi sebagai pengingat pada saat kebakaran terjadi, setiap komponen memiliki fungsi masing-masing. Untuk fire alarm systems sendiri merupakan sebuah sistem yang terinstal disebuah bangunan/gedung yang akan berbunyi dengan sendirinya apabila komponen tertentu mendeteksi adanya kebakaran.

Komponen fire alarm system antara lain adalah, Main Control Fire Alarm (MCFA)atau Fire Alarm Control Pannel, Terminal Box, Alarm Bell, indicating Lamp, Manual Push Button, Smoke detector/heat detector. Komponen-komponen tersebut biasanya merupakan kesatuan komponen yang digunakan dalam instalasi fire alarm system konvensional. Untuk fire alarm system terbagi menjadi beberapa jenis yaitu fire alarm system konvensional, fire alarm systems semi addressable, dan Fire alarm system full addressable.


Komponen Fire Alarm Systems memiliki fungsi yang berbeda-beda, adapun fungsi dari masing-masing komponen yaitu:
1. MCFA atau Fire Alarm Control Panel merupakan komponen utama dalam fire alarm system, MCFA berfungsi untuk menerima signal masukan (input signal) dari semua komponen pendeteksi kebakaran/ detector.
2. Detector, detector yang terdapat pada instalasi fire alarm biasanya, Photoelectric Smoke detector (mendeteksi kebakaran dengan cara menangkap pergerakan asap), Heat detector / Fixed smoke detector/ ionization smoke detector ( Mendeteksi kebakaran pada suhu tertentu).
3. Alarm Bell, komponen ini sangat diperlukan karena komponen ini berfungsi sebagai output signal, maksudnya setelah contol pannel menerima signal dari detector maka si alarm bell ini akan mengeluarkan bunyi sebagai penanda telah terjadi kebakaran.

Detector Kebakaran

Detector kebakaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mendeteksi kebakaran sedini mungkin, supaya kebakaran tidak menyebar dan menjadi besar. Apabila kebakaran dapat dideteksi secara dini maka penanganannya pun dapat segera dilakukan atau kebakaran dapat segera diatasi dan dicegah agar tidak menjadi kebakaran yang besar sehingga meminimalis kerugian akibat kebakaran tersebut.

Detector kebakaran dapat diumpamakan seperti panca indra manusia, untuk merasakan bau sesuatu manusia memiliki hidung sedangkan untuk merasakan adanya suatu kebakaran menggunakan detector kebakaran. Mendeteksi kebakaran dapat melalui adanya asap kebakaran, adanya suhu panas yang disebabkan oleh api kebakaran,atau melalui adanya kobaran api.

Jenis-jenis Detector Kebakaran berdasarkan kemunculan tanda-tanda kebakaran yaitu:
1. Smoke Detector
Smoke detector adalah alat pendeteksi kebakaran melalui kemunculan asap. Saat smoke detector mendeteksi adanya asap maka ia akan segera mengirimkan sinyal ke control panel sehingga fire alarm akan berbunyi. Somke detector memiliki beberapa type,yaitu

Photoelectrik smoke detector merupakan detector asap yang menggunakan sensor cahaya. Cahaya (infra red) diarahkan ke sensor photoelectrik smoke detector , jika ada asap yang terdeteksi maka cahaya tidak sepenuhnya diterima oleh sensor photoelectik smoke detector, Kejadian ini lah yang ditangkap oleh detector dan dikirim ke fire alarm system. Kelemahan dari detector type ini adalah sering kali terjadi false alarm atau kesalahan pengiriman sinyal karena debu yang terlalu menggumpal/banyak.

Ionization smoke detector merupakan detector yang menggunakan metode ionization chamber dalam mendeteksi adanya kebakaran. Kelemahan dari detector ini adalah setelah habis masa pemakaian nya maka detector ini dianggap sebagai limbah radioaktif karena didalamnya terdapat ameresium.

2. (R.O.R) Rate Of Rise Heat Detector
R.O.R heat detector adalah alat pendeteksi kebakaran melalui kenaikan panas dalam ruangan. Jenis detector ini adalah jenis yang banyak digunakan saat ini karena harganya yang ekonomis serta aplikasinya luas, area deteksi detector dapat mecapai hingga 50m2 dengan ketinggian palfon 4m dari lantai. Detector ini menjadi pilihan banyak pengguna karna detector ini bekerja berdasarkan kenaikan temperatur secara cepat pada suatau ruangan meskipun masih berbentuk hembusan panas, detector ini bekerja pada titik 55 derajat celcius sampai 63 derajat celcius sensor menjadi aktif dan meneruskan pada firealarm sehingga fire alarm berbunyi.

3.  Fixed Temperatur Detector
Fixed temperatur detector ini hampir sama seperti R.O.R heat detector, perbedaan anatara fixed temperatur dengan heat detector yaitu Fixed temperatur detector baru dapat mendeteksi pada  derajat panas yang sangat tinggi, fixed temperatur sangat cocok dipasang pada ruangan yang memang sudah agak panas seperti diruang produksi (pabrik), ruang pembakaran, ruang genset, dapu-dapur foodcourt, pabrik las, dsb.

4. Flame detector
Flame detector adalah alat pendeteksi yang saat sensitif terhadap radiasi sinar ultraviolet yang disebabkan oleh nyala api. Namu detector ini tidak bereaksi atau bekerja oleh cahaya selain yang disebabkan oleh nyala api, misal cahaya lampu ruangan, infra red, dll.

5. Gas detector
Gas detector merupakan alat pendeteksi kebocoran gas yang dapat menyebaban kebakaran, detector ini dapat mendeteksi dua jenis gas yaitu gas LGP dan LNG. Perbedaan gas LPG dan gas LNG adalah gas LPG lebih berat dibandingkan udara jadi apabila mengalami kebocoran maka gas tidak akan terbang  keudara melainkan turun mendekati lantai, sedangkan gas LNG lebih ringan dibandingkan udara jadi apabila terjadi kebocoran maka gas akan terbang melambng keudara. Perbedaan inilah yang menjadi acuan penempatan detector.



Minggu, 15 Mei 2016

Smoke Detector Independent

Smoke Detector Independent merupakam sebuah alat pendeteksi kebakaran melalui asap Api, apabila terjadi kebakaran dan asap mengenai smoke detector / terbaca oleh smoke detector ini maka sismoke detector akan berbunyi dengan sendiri. Dengan begitu kebakaran besar dapat dicegah, smoke detector hanya dapat mendeteksi kebakaran saja dan smoke detector tidak dapat memadamkan api ya kawan. Oleh karena itu antara tabung APAR dan smoke detector saling berkaitan atau saling bergantungan, karena smoke detctor berfungsi untuk mendeteksi kebakaran dan tabung APAR berfungsi untuk memadamkan api.

Smoke detector Independent memiliki kelebihan dan kekurangan kawan, adapun kelebihan dari smoke detctor indepent yaitu,
1. yang pasti harganya lebih terjangkau.
2. Tidak memerlukan instalasi yang ribet, karna tidak memakai kabel atau aliran listrik dari listrik pusat
3. Pemasangan mudah, hanya cukup ditempel ditempat yang dinginkan.
4. Baterai yang digunakan mudah didapatkan di pasaran, bnyak dijual ditoko2 listrik atau swalayan kawan.
5. Tidak memerlukan perawatan khusus kawan.
6. Benda ini tidak terlalu besar, sehingga tidak memerlukan space / ruang yang luas.
7. Banyak pilihan merk untuk smoke detector independent ini.



Smoke Detector Independent juga memiliki kekurangan, adapun kekurangan dari smoke detector independent yaitu,
1. Hanya berbunyi pada smoke yang mendeteksi kebakaran yang terjadi pada diruangan / tempat yang dipasang smoke deector independent tersebut.
2. Pemasangan khusus untuk ruangan yang tidak luas.
Dari kekurangan dan kelebihan yang dimiliki maka dapat disimpulkan bahwa smoke detector independent ini cocok untuk dipasang dirumah, ruko, kantor minimalis.